Sunday, February 7, 2010

POAC Development Training dan Outbound PPI-UTP

Pada tanggal 31 Oktober 2009, PPI UTP mengadakan hajatan besar bertemakan POAC (Planning, Organizing, Actuating and Controlling) Development Training dan diikuti Outbound pada hari berikutnya, 1 November 2009. Acara yang diselenggarakan oleh Departemen SDM PPI UTP ini, bertujuan untuk memberikan pengetahun dasar tentang keorganisasian dan mengasah kemampuan soft skill para pengurus baru PPI UTP periode 2009-2010.
Acara hari pertama yang diselengarakan di Seminar Room 1, Undercroft, Chancellor Complex Universiti Teknologi Petronas ini berisi pelatihan tentang motivasi dan POAC. Peserta yang terdiri dari pelajar asal Indonesia dan Malaysia begitu antusias mengikuti penjelasan yang disampaikan oleh sang pembicara. Pembicara yang dihadirkan kali ini adalah Muhammad Abduh, S.Si, M.H.I, M.Ec seorang trainer handal, mahasiswa kandidat doktor bidang Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam, Universiti Islam Antarbangsa. Dalam uraian di sesi pertama, ayah tiga orang anak ini menjelaskan tentang motivasi dan faktor – faktor yang bisa penambah motivasi dan sebaliknya, faktor-faktor yang bisa menjadi demotivator. Satu hal yang paling diingat oleh para peserta adalah ungkapan yang sangat menarik dan unik dari sang trainer, would you marry you? yang diambil dari salah satu motivation book karya James C. Wadley, Ph.D



NoBar Garuda di Dadaku

Setelah beberapa lama blog PPI-UTP vakum karena pergantian pengurus, kini administrator berusaha meng-update kembali content blog dengan berita-berita seputar kegiatan student Indonesia di kampus UTP.  Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Nonton Bareng film Garuda di Dadaku.
Acara ini merupakan salah satu program kerja dari Departemen Sosial dan Kemasyarakatan PPI-UTP yang telah dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2009. Nonton Bareng menjadi ajang yang mengasyikkan mengingat tidak semua mahasiswa Indonesia UTP bisa memperoleh update film-film Indonesia terbaru. Acara-nya sendiri dimulai sekitar pukul 09.00 PM dan berakhir menjelang pukul 11.00 PM bertempat di Pocket D1.

Tema cerita dari film berdurasi sekian 90 menit ini sebenarnya tidaklah baru, secara umum film ini berkisah tentang keinginan seorang anak yang awalnya ditentang oleh orang tua-nya, tetapi kemudian karena kegigihannya, sang orang tua luluh dan pada akhirnya mendukung cita-cita sang anak. Namun sang sutradara, Ifa Isfansyah dan para pemain-pemainnya mampu membawa penonton untuk tetap duduk dan menunggu sampai akhir cerita.

Aryo, Ketua Umum PPI UTP 09/10

Melalui Musyawarah Besar (Mubes) PPI-UTP yang dilaksanakan Sabtu (29/08) kemarin, terpilih ah Aryo Handoko Primicanta sebagai Ketua PPI-UTP untuk periode kepengurusan 2009/2010. Melalui pemilihan suara secara tertutup, Mahasiswa program Master Electrical and Electronics Engineering ini unggul dengan mengantongi 22 suara dari 39 peserta yang hadir saat pemilihan berlangsung. Usai menandatangani berita acara, Aryo pun mengucapkan terima kasih kepada peserta Mubes yang telah memilihnya. "Dan mohon dukungan semua pihak agar kepengurusan PPI-UTP selanjutnya berjalan dengan lancar," tambahnya. Redhata selaku Ketua PPI-UTP 2008/2009 juga menyampaikan selamat kepada ketua terpilih sekaligus meminta agar semua pihak mau mendukung dan membantu kepengurusan PPI-UTP selanjutnya. Fikri Irawan dan Yuhendri yang mengantongi suara terbanyak kedua dan ketiga secara otomatis akan membantu Aryo dalam Tim Formatur.




Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-46 di UTP

Merdeka! Merdeka! Merdeka!
5209_1182971223598_1507745231_30490089_5448566_n
Memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-46, PPI UTP menyelenggarakan upacara bendera yang diikuti oleh pelajar-pelajar dan dosen Indonesia yang ada di UTP. Upacara bendera dilaksanakan di Pocket-D1, pada 15 Agustus 2009, pagi hari. Tidak seperti upacara bendera yang dilaksanakan di lapangan atau luar ruangan, upacara kali ini dilaksanakan di dalam ruangan dengan pengibaran bendera tanpa tiang. Walau sederhana, tapi tidak mengurangi kekhidmatan peserta upacara dalam memperingati hari proklamasi kemerdekaan RI, 17 Agustus, 46 tahun silam ini. Acara dipimpin oleh Rahman, sedangkan pembina upacara adalah Bapak Chalil, dosen Indonesia di UTP.
5209_1182971303600_1507745231_30490091_6592646_nphotos by Aryo H.P.

Convocation 2009

PPI UTP mengucapkan selamat kepada wisudawan UTP 2009 dari Indonesia. Yakni
PhD : Noor Akhmad Setiawan
MSc: Annisa Ur Rahmah, Ariyanti Sarwono, Faisal Harris, Sabtanti Harimurti, M Surya Abadi Ginting, Saepul Rahman, Bambang Kun Cahyono, Silvianita, M. Arif Rahman, Welly Herumurti, Bambang Sumantri, Dedy Purwanto, Unan Yusmaniar Oktiawati, Tri Chandra Setyo Wibowo, Ahmad Mukhlason, Arief Rahman, Bayu Erfianto, Budi Agung Kurniawan, Kresnajaya Prasetya Pancakarsa, Martin Choirul Fatah, Mas Irfan Purbawanto Hidayat, Rahmat Riza, Syahrir Ridha, Vera Veronica
BSc: Susana Maryunani, Fritz Chandra Vila, Muhammad Assad, Gulistiani Fuzuli, Gerhana Sasongko Supendi, Lintang Hutama, Aldian Ikhsan Hakim, Dody Ismoyo
5209_1182972703635_1507745231_30490125_994458_nphoto by: Aryo H.P.
Semoga ilmu yang didapatkan akan menjadi bermanfaat. Good luck with your future endeavor!

Tari Betawi di Convo Fair 2009

Adalah Diah, Anti, Mitha, Belinda, Enoq berpasangan dengan Indra, Aga, Fardan, Yudi, Rofans yang membawakan tarian khas betawi dalam Convo fair 2009. Dalam rangkaian kegiatan Convocation yang diselenggarakan oleh UTP ini, mereka ber-enam mewakili PPI UTP membawakan tarian betawi dengan diiringi lagu "Ondel-Ondel".
5209_1185270481078_1507745231_30498652_6929060_n
Tarian ini pun mendapat sambutan meriah dari penonton yang memadati Arena Convo fair. Dalam tarian ini yang perempuan memakai kebaya dan sarung, sedangkan yang laki-laki memakai baju koko, sarung yang digantung di leher, dan kopyah.
Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, PPI UTP juga turut berpartisipasi dalam booth pameran kebudayaan internasional. PPI UTP memamerkan hasil-hasil kerajinan nusantara berikut pakaian-pakaian adat. Dalam food fiesta, PPI UTP juga turut berpartisipasi dengan menyajikan batagor, pecel, empek-empek, dan siomay.
5209_1182970063569_1507745231_30490063_948384_n
photos by Aryo H.P.

Berbagi Tips dan Info dalam "Be A Successful Blogger"

Hari Minggu, 3 Mei kemarin, PPI UTP menggelar Seminar dan Workshop "Be A Successful Blogger". Acara yang dilaksanakan di Ruang Seminar 5, Undercroft, Universiti Teknologi Petronas ini menghadirkan pembicara berkualitas yakni Ibu Tria Barmawi dari Forum Lingkar Pena Malaysia dan Mas Raffaell Sanzio, seorang blogger senior Indonesia yang berdomisili di Kuala Lumpur. Puluhan peserta yang tak hanya datang dari UTP namun dari PPI se antero Malaysia ini terlihat begitu antusias mengikuti acara, terlebih pada sesi workshop.

jom poto2.. karena narsis itu penting!!
jom poto2.. karena narsis itu penting!!
Awalnya, para peserta diajak untuk mengikuti seminar Penulisan Populer yang dibawakan oleh Ibu Tria. Pemilik nama lengkap Fitria Handini Barmawi ini memberikan tips dan trik bagaimana menulis fiksi sampai mengajukannya ke penerbit. "Fiksi yang menarik itu showing, not telling. Jangan menulis misalnya mas Redhata itu baik hati, tapi tunjukkan di cerita bahwa mas Redhata itu misalnya punya senyum yang ramah, sabar," ujar mojang Bandung kelahiran 16 Oktober 1977 ini sambil menunjuk Redhata, Ketua PPI UTP, sebagai contoh.
Ibu Tria juga mengungkapkan bahwa setiap tokoh yang dibuat dalam cerita fiksi haruslah mempunyai karakter yang kuat. Layaknya aktor, lanjut penulis La Tahzan for Mother ini, penulis harus bisa menyelami tokoh yang diciptakannya layaknya sang tokoh benar-benar hidup. Dimulai dengan cerita kebiasaan sehari-hari, ekspresi saat marah, cara makan, dan hal-hal detail lainnya. "Jangan heran jika pembaca akan benar-benar ngefans dengan karakter tersebut," ungkapnya.

bu tria dan mas raffaell
bu tria dan mas raffaell
Usai mengenal tips dan trik penulisan populer, peserta kemudian diajak untuk mendalami diary maya yang kini begitu populer yakni blog. Mas Raffaell Sanzio pun didapuk sebagai pembicara. Dalam presentasi yang disusunnya dengan apik dalam kombinasi warna hitam putih, mas Raffaell memulai bahasannya dengan mengenalkan apa itu blog dan sejarahnya. "Ada banyak keuntungan dengan memiliki blog. Blog bisa dijadikan sebagai ajang curhat, promosi, menyalurkan hobi menulis, sharing, promosi, bahkan sampai ajang narsis," paparnya yang disambut tawa peserta.
Pria kelahiran Cianjur 13 Juni 1982 ini mengungkapkan bahwa kriteria blog yang menarik bisa dinilai dari statistik atau trafficnya, atau banyaknya komentar, atau uang yang dihasilkan. Namun semua itu, ungkapnya, kembali kepada si pemilik blog masing-masing. "Kadang ada pemilik blog yang sudah puas dengan memposting ide-ide yang dimilikinya, tanpa memperdulikan apakah bayank yang mampir ke blognya, atau berapa banyak yang komentar," ungkapnya.
Tak dipungkiri, sebagian blogger atau penulis blog juga memanfaatkan diary maya ini sebagai ajang peraup uang. Beberapa penyedia layanan pemasangan iklan di blog antara lain Text Link Ads, Google AdSense, ReviewMu, dan Adsentra. Saat ditanya seorang peserta tentang berapa banyak uang yang didapatnya dari pemasangan iklan di blognya, penulis All New Warcraft Strategymengungkapkan, "Lumayan lah, 3 digit," ungkapnya yang disambut gerr peserta.

suasana workshop
suasana workshop
Usai dua materi dan menikmati makan siang berupa rendang dan sambal ijo, peserta kemudian mengikuti workshop dimana mereka dibagi kedalam 8 kelompok. Panitia kemudian meminta setiap tim untuk membuat sebuah blog saat itu juga dengan kriteria postingan pertama yang dibuat adalah tentang kegiatan seminar dan workshop "Be a Successful Blogger". Hasil blog yang dibuat peserta adalah:
1. Blogger Killer
2. Empat Serangkai Blog
3. Narcissus
4. gobloginutp
5. samheriku's
6. group6ppi
7. rujak petis
8. antarika

tim 5 dapet hamper
tim 5 dapet hamper
Dan Mas Raffaell yang juga turut memberi pengarahan kepada peserta saat oembuatan blog ini pun memutuskan tim 5 atau blog samheriku's sebagai pemenang. Pak Samheri, mahasiswa UM yang juga Sekjen PPIM, beserta Dinul -UUM-, Yuhendri -UTP, dan Aryo -UTP- pun berhak menerima hadiah berupa hamper.
Acara yang diselenggarakan hingga pukul 6 sore ini diikuti oleh mahasiswa dari PPI cabang UPM, USM, UIA, UUM, APIIT, UKM, dan tentunya UTP selaku tuan rumah. Kegiatan yang diketuai Nur Zahrati Jannah, mahasiswi Master dari UTP ini mendapat dukungan penuh dari International Student Committee (ISC) dan Student Support Service (SSS) yang diwakili oleh En. Saiful yang juga turut memberikan sambutan di awal acara.

Juara lagi, Indonesia di ICN 2009

Saat bahasa masing-masing tidak bisa saling dimengerti, maka saatnya berbicara melalui bahasa universal yakni gerak dan irama. Seperti itulah yang dilakukan beberapa mahasiswa UTP Jumat (24/04) malam dalam International Culture Night (ICN) 2009. Dua belas perwakilan Negara menyuguhkan kebudayaan masing2 di depan pentas, yakni dari Chad, Sudan, Mesir, Yaman, Turmenistan, Uzbekistan, Pakistan, Indonesia, Vietnam, Cambodia, dan Thailand. Dan lagi-lagi, tim Indonesia berhasil menyabet juara dalam kegiatan kampus. Melalui voting SMS yang telah dibuka mulai 19 April kemarin, tim merah putih berhasil meraih peringkat kedua.
icn09
Malam itu, tim Indonesia yang terdiri dari Aga, Pramita, Yudi, Antikira, Isro, Indra, Rachman, Yuhendri, Rofans, Nyomi, serta Redhata, Diah, dan Embut tampil apik dengan membawakan lima tarian. Yakni Jaipong, Mandau, Saman, Kipas, dan tarian dari Papua. Penonton pun bersorak saat tim Indonesia dipanggil ke atas pentas. Indra yang punya kelebihan dalam berolah vokal pun membuka penampilan dengan nyanyian "Indonesia Pusaka". Membuat penonton, terutama student dari Indonesia yang hadir, terenyuh.
"Unforgettable.. Gokil," tulis Aga melalui emailnya saat ditanya perihal keberhasilan tim merah putih di ICN. Aga mengungkapkan bahwa banyak yang mereka lalui untuk bisa tampil di pentas malam itu. "Penuh tragedi!! dari mulai diomelin senior..ada yg nangis..ada yg emosi..ada yg ngambek..ada yg salah beli tiket..ada yg ketinggalan mobil," paparnya.
Lalu siapa yang melatih tarian mereka? Aga mengungkapkan bahwa mereka mengandalkan youtube sebagai guru. Iya, dari layanan jejaring video inilah mereka mendapat ide. Mereka men-download beberapa video dan mempraktekannya.  "Juga ada ide (temen-temen) sendiri, Diah, Indra, dan Embut". Latihan biasanya mereka lakukan di MPH, selasar Halliburton, dan cancellor, mulai 10 malam hingga pukul 3 dini hari. Latihan mulai mereka lakukan rutin saat 2 minggu sebelum hari-H.
Tampil sebagai peraih voting terbanyak malam itu adalah perwakilan dari Pakistan. Acara malam itu juga dihadiri oleh Pak Tatang B Razak, Wakil Duta Besar Indonesia, yang mewakili Duta Besar yang sedang berada di Jakarta. Selamat untuk tim Indonesia, semoga sukses juga di ICN 2010 mendatang!

Menang, Sikaryo dari Indonesia

Lagi, Mahasiswa Indonesia menorehkan prestasinya di ajang bergengsi yang digelar kampus UTP. Kali ini adalah Pak Dani Adhipta, Pak Lava Himawan, Pak Muhammad Arrofiq, Pak Suwardo, dan Waskito yang berprestasi dalam lomba Creative Innovation Competition (CIC) 2009 yang diadakan Mecheclub, Rabu (08/04) Kemarin. CIC ini merupakan kompetisi desain unpowered glider, yakni  glider tanpa motor yg dilempar.
sikaryo
Dua tim dari Indonesia yang mengikuti lomba yang menjadi rangkaian acara Engineering Innovation Carnival ini adalah Sikaryo 1 dan Sikaryo 2.  Kenapa Sikaryo?  "Lha namanya kan diambil dari Waskito, terus plesetan waskita karya, waskito karyo, si karyo, jadinya ya sikaryo, hahaha... wong itu juga muncul ndadak gara2 harus punya nama grup kok," jawab Pak Dani seperti ditulisnya dalam obrolan dengan penulis via YM.
Sikaryo 1 memang didesain berbeda dengan Sikaryo 2. Desain Sikaryo 1 adalah delta wing glider yang diakui Pak Dani sebagai desain yang agak radikal dan eksperimental. Sehingga meskipun sukses dalam beberapa uji coba, namun pesawat ini tidak sukses saat lomba alias langsung nyungsep.  "Mungkin kondisi angin dan lokasi lemparan yg dari atas di Pocket C jadi gak bisa diprediksi", papar pak Dani. Sedangkan Sikaryo 2 merupakan pesawat klasik biplane atau sayap ganda. Dalam beberapa tes yang telah dilakukan, desain sayapnya memang cukup efisien. Dan terbukti Sikaryo 2 berhasil menyabet penghargaan dalam kriteria best effisiency.

Secara keseluruhan, menurut Pak Dani, tim Indonesia juga unggul di jarak terbang dan sesi presentasi teknis yg saat itu diwakili oleh Pak Rofiq. Dan Sikaryo 2 pun dinobatkan sebagai juara 3 dalam lomba yang diikuti 28 tim dari semua departemen di UTP. Uang tunai RM 350 dan hamper berhak menjadi hadiah mereka.
Tak hanya dirasakan oleh mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam tim, kebahagiaan ini juga turut diasakan beberapa Mahasiswa lain yang mendapat traktiran dari hadiah tersebut. Yakni Chicken Chop, salah satu menu paling mahal di kantin2 UTP. Acara ini dimulai pukul 10 pagi dengan sesi presentasi terlebih dahulu. Kemudia sesi terbang pukul 2 siang dan pembagian hadiah dilaksanakan pada sore harinya, pukul 5.

Rizki dan Crash&Burn Juarai Euphonious '09

3224_76657048952_647858952_1635857_4034334_n
Ucapan selamat, Jumat (10/04) malam ini memang patut dialamatkan kepada salah satu teman kita, Prantyo Rizkiyantoro, yang tercatat sebagai Master Student di Civil Engineering Department. Dalam Euphonious 2009 yang merupakan acara tahunan kompetisi band paling bergengsi di UTP, grup band-nya dinobatkan sebagai juara pertama bahkan mengalahkan juara tahun lalu, Capoiz. Band yang diberi nama Crash and Burn ini tampil memukau ratusan penonton di cancellor hall dengan lagu Mama Mia milik ABBA yang berhasil mereka aransemen ulang.
"Sekilas profil band, Kenapa namanya CRASH and BURN, karena kita prefer menge”CRASHnBURN”kan lagu2 slow n oldish menjadi sedikit agak gokil," terang Rizki dalam tulisan yang dipostingnya di milis UTP. Dan benar saja, salah satu juri pun memuji kecerdikan band dengan sign color biru ini dalam memberi warna baru pada lagu-lagu lama.
Adalah Rizki yang tampil sebagai gitar, dan Joe pada vocal dan rhythm guitar yang memulai berdirinya band ini sebulan yang lalu. Kemudian bergabunglah Dianne di violin, Hann di drum, dan jesse di keyboard dan bass. "Iseng-iseng beberapa minggu yg lalu saya dan salah satu student di kelas GA saya bikin band, trus ikutan daftar. Kemarin sabtu (04/04) pagi waktu preliminary kok kebetulan lagi hoki, ga taunya lolos untuk lanjut ke Babak Final, mimpi apa ya malam sebelumnya..he3," tulisnya lagi.
Sebagai pemenang, Crash and Burn pun berhak membawa pulang hadiah utama yakni uang sebesar RM 1000. Kelima finalis ini sebelumnya telah mengalahkan 20 band yang mendaftar. Selain penilaian juri, hasil voting penonton juga menentukan siapa yang menjadi juara malam ini dengan prosentase sebesar 30 persen. Sekali lagi selamat untuk Rizki, good job!